Satu satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan kapal laut
terdampar di pulau kecil yang kosong.
Ia berdoa agar Tuhan menolongnya. Setiap hari ia melihat ke kaki langit
mengharapkan pertolongan, tetapi tak ada satu pun kapal yang datang.
Setelah lelah menanti pertolongan yang tak kunjung datang,
ia kemudian membangun pondok kecil dari kayu-kayu yang hanyut
untuk berteduh dan menyimpan harta bendanya.
Suatu hari, setelah mencari makanan, ia pulang dan mendapati
pondok kecilnya terbakar. Asap bergulung-gulung naik ke angkasa.
Hal yang paling buruk telah terjadi; ia kehilangan semua harta bendanya.
Ia berdiri terpaku diliputi perasaan sedih bercampur marah.
"TUHAN..., TEGANYA KAU BERBUAT DEMIKIAN TERHADAPKU!" teriaknya.
Keesokan harinya, ia terbangun oleh suara kapal yang mendekati daratan.
Kapal itu datang untuk menolongnya.
"Bagaimana kau tahu aku ada disini?" tanyanya kepada si penolong.
"Kami melihat asap yang kau kirimkan." jawabnya.
***
Kita mudah sekali menjadi kecil hati bila urusan tidak berjalan dengan baik.
Kita mudah berputu asa bila sedang sedih dan menderita.
Padahal Tuhan selalu mengurus kehidupan kita..
Ingatlah, lain kali bila pondok kecilmu terbakar rata dengan tanah,
boleh jadi itu adalah asap untuk memohon pertolongan.
Selasa, 12 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar