Sabtu, 02 Oktober 2010

PRIORITAS

Seorang guru besar filsafat berdiri dimuka kelas, dihadapannya ada beberapa benda.
ketika masuk waktu pelajaran, ia mengambil sebuah wadah besar bekas tempat mayonnaise
lalu mengisinya sengan batu yang berdiameter kurang lebih 2 inci. setelah penuh ia bertanya
kepada murid-muridnya, "apakah tempat ini sudah terisi penuh?" murid-muridnya menjawab, "ya."

kemudian pak profesor mengambilsekaleng batu kerikil lalu menuangkannya ke dalam wadah tadi.
ia kemudian dengan lembut menggoyang wadah itu hingga batu-batu kecil tadi menggelinding
mengisi ruang di antara batu-batu. ia lalu bertanya
kepada murid-muridnya, "apakah tempat ini sudah penuh?" murid-muridnya menjawab, "ya."

pak profesor kemudian mengambil sekaleng pasir lalu menuangkannya ke dalam wadah tadi. pasir
itu pun segera mengisi ruang-ruang kosong di antara batu dan kerikil.

"nah, sekarang," kata pak profesor,"aku ingin kalian memahami bahwa demikianlah sesungguhnya kehidupan kalian.
batu itu merupakan hal-hal penting dalam kehidupan kalian, seperti : keyakinan,keluarga,pasangan hidup,kesehatan
dan anak-anak kalian, yakni semua hal yang sangat penting bagi kalian, yang bila kalian tidak
mengurusnya dengan baik boleh jadi kalian akan sengsara.
kerikil adalah hal-hal lain yang kedudukannya lebih rendah tapi berpengaruh pada kehidupan kalian seperti :
pekerjaan, rumah atau mobil..
pasir adalah hal-hal lain yang kedudukannya kurang begitu penting.
apabila kalian mengisi wadah ini dengan pasir dahulu, maka batu dan kerikil tidak akan mendapat tempat.
demikian juga kehidupan kalian, kalau kalian menghabiskan tenaga dan waktu kalian untuk hal-hal yang sia-sia

kalian tidak akan berhasil melakukan pekerjaan yang penting bagi kehidupan kalian.

0 komentar:

Posting Komentar