Kamis, 14 Maret 2013

Bahagia Saat Memberi



Seorang direktur sebuah perbankan, kaya raya, punya segala-galanya, tapi merasa hidupnya tdk bahagia.Seorang ustadz lalu mengajak sang direktur ikut pengajian di sebuah panti asuhan di jkt agar hatinya bahagia dan tenteram. Sang direktur menurut. Namun stlh selesai acara, hati sang direktur masih belum bahagia. Ia bergumam, "ustadz bohong, katanya klo dengar ceramah hati bisa bahagia."

Ia pun pulang, melangkah ke arah mobilnya dengan lesu. Tapi baru saja kakinya melangkah ke dekat pintu panti asuhan, tiba2 seorang anak prempuan kecil menarik tangannya.

"Om mau pulang ya.." "Iya," jawab sang direktur sambil tersenyum.
"Om..boleh gak nanda minta sesuatu ke om?" Tanya anak kecil yg bernama nanda itu."Boleh, apa?"
"Tapi..nanda takut gak boleh sama om."

Sang direktur tersenyum. Ia orang kaya, apa yang tidak bisa dibelinya? Apalagi utk anak yatim piatu yg manis ini, pastilah permintaannya akan dipenuhi.
"Memangnya nanda mau minta apa?" Tanya sang direktur sambil berjongkok dan memegang bahu nanda. "Om..nanda minta..nanda pengen manggil ayah ke om, boleh?"

Sang direktur tercengang. Tenggorokannya terasa tersumbat. Sebuah permintaan yang tidak pernah diduganya. Ternyata bukan boneka yang diminta nanda, bukan juga uang, hanya sebuah sebutan 'ayah'. Tanpa terasa hatinya bergetar.

"Boleh..nanda boleh panggil ayah ke om." "Terimakasih..ayaah. Kapan, ayah datang lg? Nanda boleh minta lagi ke ayah?"
"Boleh, sayang, nanda mau minta apa?"
"Nanda minta, kalo ayah datang lagi kesini, bawa fotonya ayah ya..nanda mau simpan di kamar nanda. Jadi Klo nanda kangen sama ayah, nanda bs liat foto ayah."

Sang direktur pun mengangguk.
Dengan berlinang air mata sang direktur memeluk nanda dan berkata, "besok ayah datang lagi kesini. Ayah akan bawa foto ayah, dan ayah akan sering kesini ketemu sama nanda."
Hati sang direktur sangat bahagia. Ya, ia bahagia skrg. Trnyata bahagia itu bukan saat kita bisa memiliki segalanya, melainkan saat kita bisa memberi apa yg kita miliki utk org lain, meski hanya sebuah ungkapan cinta

Rabu, 13 Maret 2013

Cinta Tulus



Ada seorang perempuan muda bertutur tentang cinta yang tulus, kisah itu seolah mengiris luka dihati.

Berikut ini penuturannya. 'Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9.30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru.


Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter aku memutuskan untuk melakukannya sendiri. Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru.



Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari.



Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer. Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata,' Dan bapak masih kesana setiap hari walaupun istri bapak sudah tidak kenal lagi?'



Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tangan ku sambil berkata, 'Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia kan?'



Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan ku masih tetap merinding, 'Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku.' Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.



Cinta yang tulus adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Batu Kecil Membuat Kita Menengadah Kepada ALLAH



Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.

Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak dapat mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan orang tersebut. Orang itu berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu kecil itu tepat mengenai kepala orang itu, dan karena merasa sakit, orang itu menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesan pentingnya.

Allah kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Seringkali Allah melimpahi kita dengan rahmat (seperti uang logam), tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya, Allah sering menjatuhkan "batu kecil" (cobaan) kepada kita.

Seandainya ...
Orang yang dilempari uang logam itu "menyadari" bahwa uang tersebut "jatuh dari atas", tentunya dia akan menengadah ke atas sehingga pekerja tadi dapat menjatuhkan catatan pesan pentingnya dan "tidak perlu" menjatuhkan "batu kecil" tersebut.

Demikian juga dengan kita.
Seandainya setiap rahmat yang diberikan Allah kepada kita, cukup mampu membuat kita menengadah kepadaNya dengan bersyukur atas rahmat dan rizki yang diberikan-Nya. Tentunya Allah tidak perlu menjatuhkan "batu kecil" (cobaan) kepada kita.

Tubuh kita, kesehatan kita, pengetahuan dan ilmu yang ada di pikiran dan hati kita, harta kita, dan semua yang kita anggap milik kita sesungguhnya adalah milik Allah, titipan Allah kepada kita.

Semua itu adalah rahmat yang diberikan Allah kepada kita. Seyogyanya kita (kami dan Anda) cukup mampu untuk "menengadah kepada-Nya" .... senantiasa bersyukur dan selalu ingat kepada "catatan penting" dari Allah, yaitu berkewajiban mengamalkannya sehingga "rahmat" tadi dapat bermanfaat bagi banyak orang..

Selasa, 12 Maret 2013

Toko Istri


Sebuah toko yang menjual istri baru, dibuka dimana pria dapat memilih seorang istri.

Di antara instruksi2 yang ada di pintu masuk, terdapat instruksi yang menunjukkan bagaiman aturan main untuk masuk toko tersebut.

"Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI".

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan kelompok calon istri.

Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut. Kamu dapat memilih wanita di lantai tertentu / lebih memilih ke lantai berikutnya, tapi dengan syarat tidak bisa turun lagi ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko...

Lalu, seorang pria pun pergi ke toko "istri" tersebut untuk mencari istri...

Di setiap lantai  terdapat tulisan seperti ini :

Lt. 1 :
Wanita di lantai ini taat kepada Tuhan & pandai memasak.
Pria itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Lt 2 :
Wanita di lantai ini taat kepada Tuhan, pandai memasak & lemah lembut.
Kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya.

Lt 3 :
Wanita di lantai ini taat kepada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut & cantik banget.
''Wow'', tetapi pikirannya masih penasaran & terus naik.

Lalu smpailah pria itu di lantai 4 dan terdapat tulisan :
Wanita di lantai ini taat kepada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget & sayang anak.
''Ya ampun !'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya''.

Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 :
Wanita di lantai ini taat kepada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget, sayang anak & sexy...

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kmbali ke lantai 6 & terdapat tulisan:

Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.000.
Tdk ada wanita di lantai ini.
Lantai ini hanya semata2 pembuktian untk pria yg tdk pernah puas.
Trm ksh tlh berbelanja di "Toko Istri".
Mohon hati2 ketika keluar dr sini.=D =)) Pesan moral : selalu merasa puas akan pasangan yg sudah Tuhan sediakan.. Jgn terus mencari yg terbaik tp jadikanlah yg terbaik dr yg sudah Tuhan sediakan.

Bukan Untuk Marah


Ada seorang tuan menyukai bunga anggrek. Pada saat ketika hendak pergi berkelana, dia berpesan kepada bawahannya, harus hati-hati merawat bunga anggreknya.

Selama kepergiannya, bawahannya dengan teliti memelihara bunga-bunga anggrek tersebut. Namun, pada suatu hari ketika sedang menyiram bunga anggrek tersebut, tanpa sengaja menyenggol rak-rak pohon sehingga semua pohon anggrek berjatuhan & pot anggrek itu pecah berantakan & pohon anggrek berserakan.

Para bawahannya ketakutan, menunggu tuannya pulang & meminta maaf sambil menunggu hukuman yang akan mereka terima.

Setelah sang tuan pulang mendengar kabar itu, lalu memanggil para bawahannya, dia tidak marah kepada meraka, bahkan berkata, "Saya menanam bunga anggrek, alasan pertama adalah untuk dipersembahkan kepada orang yang suka melihatnya & yang kedua adalah untuk memperindah lingkungan di daerah ini, bukan demi untuk marah saya menanam pohon anggrek ini."

Perkataan tuan ini sungguh benar, "Bukan demi untuk marah menanam pohon anggrek."

Dia bisa demikian toleran, karena walaupun menyukai bunga anggrek, tetapi di hatinya tidak ada rasa keterikatan akan bunga anggrek. Oleh sebab itu ketika dia kehilangan bunga-bunga anggrek tersebut, tidak menimbulkan kemarahan dalam hatinya.

Sedangkan kita dalam kehidupan kita, sering terlalu banyak kekhawatiran, terlalu peduli pada kehilangan & mendapatkan, sehingga menyebabkan keadaan emosi kita tidak stabil. Kita merasa tidak bahagia.

Maka seandainya kita sedang marah, kita bisa berpikir sejenak:
•» "Bukan demi marah menjadi sahabat."
•» "Bukan demi marah menjadi suami istri."
•» "Bukan demi marah melahirkan & mendidik anak."

Maka kita bisa mencairkan rasa marah & kesusahan yang ada dalam hati kita & merubahnya menjadi rasa damai.

Setelah membaca artikel ini, saat emosimu tinggi dan hendak bertengkar (dengan siapapun juga), ingatlah perjumpaan kalian di dunia, bukan untuk  marah...

Hidup adalah pilihan....