Jumat, 16 September 2011

~ Gembok & Anak Kunci ~

Apakah ada diantara Anda yg memiliki profesi seorang guru,dosen, atau pengajar ? Pd saat Anda menguji anak didik Anda dlm sebuah tes, sy yakin bhw ketika Anda memberikan pertanyaan, Anda pastinya sdh memiliki jawabannya juga. Tidak mungkin Anda memberikan soal kpd mereka sementara Anda sendiri tidak tahu jawaban dari soal yg Anda berikan tsb.

Hal yg sama berlaku pd sebuah pabrik pembuatan gembok. Mereka tdk hanya menciptakan gembok, tp juga membuat kunci utk setiap gembok tsb. Bayangkan betapa konyolnya jika mrk hanya jual gembok tanpa anak kunci.

Dua analogi sederhana di atas kiranya memberikan pencerahan kpd kita bhw hal yg sama Tuhan lakukan dlm hidup kita. Ketika Tuhan mengijinkan sebuah persoalan, maka sesungguhnya Dia sdh punya jawaban utk persoalan tsb. Tuhan tdk pernah membiarkan kita mengalami persoalan yg tak terpecahkan atau masalah yg tdk ada jalan keluarnya. Tuhan menyediakan kunci utk setiap pergumulan hidup yg kita alami.

Tuhan tdk hanya menyediakan jawaban atau kunci utk setiap masalah yg kita alami, tetapi Dia jg bijak dlm mengukur kemampuan dan kapasitas kita dlm menanggung persoalan. Tuhan tdk akan pernah memberikan soal yg melebihi kemampuan kita.

Bukankah seorang guru tdk akan memberikan soal kelas VI unt anak yg masih kelas 1 ? Jika seorang guru saja bisa demikian bijak dlm menakar kemampuan kita, apalagi Tuhan ?

Melalui kebenaran ini kita diingatkan agar jgn sampai menjadi orang yg mudah mengeluh dan merasa persoalan yg kita alami sgt berat dan tak tertanggungkan. Jangan juga kita menjadi orang yg mudah putus asa krn berpikir masalah kita tdk ada jalan keluarnya. Ingatlah bhw ada soal berarti ada jawaban, ada gembok berarti ada kuncinya.

Ketika Tuhan mengijinkan sebuah persoalan, Dia sudah menyediakan kunci jawabannya. :D

Sabtu, 03 September 2011

kebahagiaan

Suatu ketika istri John Maxwell, pembicara motivator top, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang "kebahagiaan".
Maxwell sang suami duduk di bangku paling depan dan mendengarkan.
Di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan dan tiba. sesi tanya jawab.
Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya.
"Mrs. Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"
Seluruh ruangan langsung terdiam.
Satu pertanyaan yang bagus.
Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab,"Tidak."
Seluruh ruangan terkejut. "Tidak,"
katanya sekali lagi,"John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia."
Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell.
Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar.
Rasanya ingin cepat-cepat keluar.
Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yg sangat baik.
Ia tdk pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong.
Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani.
Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia.."
Tiba-tiba ada suara bertanya,"Mengapa?"
"Karena," Jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."
Margaret mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia.
Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu.
Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia.
Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri.
Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih.
Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.
Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, cantik istrimu/gagah suamimu, atau sesukses apa hidupmu.
Bahagia adalah pilihanmu sendiri.