Seorang kakek tua dari suku indian menasehati cucunya yang sedang marah2
karena diperlakukan tidak adil oleh temannya.
"Biarkan aku bercerita kepadamu, aku juga kadang-kadang benci sekali
kepada orang-orang yang mengambil terlalu banyak tanpa rasa sesal.
Namun, kebencian akan melemahkanmu, dan tidak merugikan musuhmu.
Seperti kau minum racun dengan harapan musuhmu akan mati.
Aku seringkali berjuang untuk mengalahkan perasaan ini."
Ia melanjutkan...
"Seperti ada dua serigala dalam tubuhku. Serigala yang satu
baik dan tidak membahayakan. Ia hidup harmonis dengan semua yang ada
dilingkungannya; tidak pernah menyerang selama itu tidak diperlukan.
Ia hanya akan menyerang bila dibenarkan untuk berbuat demikian,
dan dengan cara yang benar.
Ia menyimpan semua tenaganya untuk peperangan yang benar."
Ia melanjutkan...
"Namun serigala yang lain, ahhh..! ia penuh amarah.
hal-hal yang kecil dapat membuatnya marah. Ia menyerang setiap orang
tanpa alasan. Ia tidak dapat berfikir waras karena dikuasai oleh kebencian
dan kemarahannya. Sesungguhnya kemarahannya itu sia-sia saja,
karena tidak menghasilkan perubahan apapun.
Kadang-kadang sulit hidup dengan kedua serigala ini dalam hidupku.
Sebab, keduanya berusaha saling menguasai jiwaku."
Cucunya menatap tajam mata kakeknya lalu bertanya,
"Kakek, mana diantara dua serigala itu yang menang?"
Dengan tersenyum dan tenang sang kakek menjawab,
"Yang menang adalah serigala yang kuberi makan."
Senin, 04 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar